September 24, 2021

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BLITAR

Jl. Raya Blitar Malang km 06 Jurang Menjing Kelurahan garum

Strategi KPU Tingkatkan Partisipasi, Gencar Sosialisasi Hingga Program DP3

Jakarta, kpu.blitarkab.go.id – Partisipasi menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan pemilu maupun pemilihan. Oleh karena itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga begitu konsen pada upaya menjaga tingkat partisipasi ini agar stabil atau meningkat dari waktu ke waktu.

Sejumlah program pun disiapkan KPU untuk meningkatkan partisipasi, terutama menjelang Pemilu dan Pemilihan 2024. Tidak hanya internal, program juga akan dilakukan secara eksternal salah satunya melalui program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3).

Hal tersebut disampaikan Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat hadir sebagai narasumber webinar “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Kehidupan Demokrasi” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (12/8/2021). 

Meski demikian Dewa mengatakan suksesnya program KPU juga butuh dukungan dari banyak pihak. Dan Undang-undang (UU) 7 Tahun 2017 tentang Pemilu maupun UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan telah membuka ruang bagi KPU untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. “Termasuk bagaimana upaya (sebagaimana disampaikan tadi oleh pak direktur) menegakkan kedaulatan rakyat, meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya pemilih, baik dalam konteks kuantitas kalau kita bicara angka partisipasi maupun dalam konteks kualitas,” ucap Dewa. 

Selain program, sosialisasi menurut Dewa juga penting untuk terus dilakukan. Dan bentuk dari sosialisasi internal maupun eksternal kepada stakeholder bisa dilakukan melalui Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). “Jadi bakohumas ini internal untuk koordinasi antara kami KPU RI dan KPU provinsi dan KPU kab/kota, secara eksternal KPU berkoordinasi bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka memberikan informasi tentang ketentuan-ketentuan berlaku, program-program dan kebijakan yang diambil oleh KPU,” papar Dewa. 

Beberapa peran Bakohumas antara lain penyebarluasan informasi, membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam pemilu, menciptakan situasi yang kondusif sehingga pemilu dapat berjalan secara damai, mendorong masyarakat menggunakan hak pilih secara rasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara, penyelenggaraan dan hasil pemilu, sebagai pelayan publik/juru bicara/penyedia informasi terkait kepemiluan yang terdepan, membangun kerja sama antar instansi/lembaga pemerintah untuk informasi kepemiluan.

Di akhir paparan, Dewa mengatakan tingkat partisipasi sudah cukup baik di angka 76,09 persen namun tetap perlu ditingkatkan agar mendekati target nasional yakni 77,5 persen. “Namun ini satu modal saya kira, kalau kita bicara tentang Pemilu atau Pemilihan 2024,,” tutup Dewa.
Hal lain disampaikan Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Politik, Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan yang menyoroti masih rendahnya keterlibatan atau partisipasi perempuan dalam politik. Dibanding laki-laki, keterkaitan perempuan pada Pemilu 2019 masih sekitar 20,5 persen, juga bagi perempuan yang duduk di kursi DPR dan DPRD 34 provinsi, rata-rata di bawah 30 persen meski sudah ada 30 persen diisi perempuan. “Ada pemilu legislatif, Pilkada (pemiluhan), ada pilpres nah ini tentu butuh kerja sama kita untuk mendorong terwujudnya keterwakilan perempuan di legislatif,” tutur Dermawan.

Tidak jauh berbeda Dirjen Polpum Kemendagri, Bahtiar juga mendorong agar sosialisasi bagi pemilih pemula lebih ditingkatkan. Dia menyebut kedepan ada sekitar 15 jutaan anak-anak yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP (berusia 14 tahun) yang akan berusia 17 tahun di 2024.

Terakhir, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengungkapkan upaya pihaknya bekerjasama dengan KPAI dan lembaga lainnya untuk meningkatkan partisipasi anak-anak di pemilu. Partisipasi mereka juga bentuk pengawasan dari masyarakat. “Sinergi antara pihak ini menjadi kunci untuk kita melakukan penguatan peningkatan partisipasi masyarakat, ” tambah Afif. (humas kpu ri tenri/foto: tenri/ed diR)

Follow by Email
YouTube
Instagram