November 28, 2021

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BLITAR

Jl. Raya Blitar Malang km 06 Jurang Menjing Kelurahan garum

Undang Pakar IT, Tampung Ide Digitalisasi Pemilu

Jakarta, kpu.blitarkab.go.id – Guna menyiapkan proses demokrasi akbar 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI rutin mengadakan forum diskusi bersama sejumlah narasumber dan jajaran KPU di daerah.

Salah satunya melalui Webinar Digitalisasi Pemilu Seri pertama bertajuk “Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Menyongsong Pemilu dan Pemilihan di era New Normal” yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (22/09/2021).

Membuka kegiatan, Ketua KPU RI, Ilham Saputra menyampaikan pentingnya digitalisasi pemilu sebagai sebuah keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Untuk itu, Ilham menyampaikan pentingnya kajian-kajian dilakukan oleh penyelenggara sebagai bentuk persiapan penerapan dan pengembangan teknologi pada Pemilu dan Pemilihan 2024.

“Kita sudah melakukan beberapa digitalisasi pemilu, beberapa sistem informasi sudah kita terapkan misalnya saja sistem pencalonan, sistem informasi daftar pemilih, Sirekap, dan lainnya itu semua kita sudah lakukan, kemudian mana yang menjadi kebutuhan kita itu harus kita identifikasi,” jelas Ilham.

Menyambung Ilham, Anggota KPU RI, Viryan menceritakan secara singkat sejarah penggunaan internet dan teknologi di KPU. Terang Viryan, KPU pertama kali menggunakan internet pada tahun 1987 dengan penggunaan komputer berkapasitas memory 16 MB. Kemudian tahun 1997 dari KPU RI ke PPD menggunakan jaringan Telkom. Seiring  reformasi teknologi yang digunakan semakin berkembang.

“Saat ini, ada dua tuntutan digitalisasi kepada penyelenggara pemilu  yakni infrastruktur yang baik serta integrasi antar sistem informasi,” ungkap Viryan.

Diskusi dan kajian menjadi semakin menarik dengan paparan langsung Pakar IT, Marsudi Wahyu. Sejumlah ide dan gagasan penerapan teknologi guna memudahkan pelaksanaan pesta demokrasi disampaikan dalam paparannya, mulai dari penggunaan Artificial Inteligence (AI), blockchain, data analytics, internet of things, open API, advance security, sampai penggunaan biometric.

“Dengan teknologi biometric dapat mengenali apakah dia ini pemilih yang sebenarnya, misalnya di TPS dipasang kamera, apakah kameranya mahal, engga kok, kamera sekarang murah, kalau tidak pakai kamera delicated pakai kamera handphone saja atau laptop. Sehingga saat dia (pemilih) nyengir di meja pendaftaran begitu, oh betul ini Marsudi, itu contoh paling gampang,” terang Marsudi

Sebagai informasi, kegiatan webinar dimoderatori Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) KPU RI, Sumariyandonno. Berlangsung selama 2 jam lebih webinar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab peserta. (humas kpu bil/foto: dom/ed diR)

Follow by Email
YouTube
Instagram