November 28, 2021

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BLITAR

Jl. Raya Blitar Malang km 06 Jurang Menjing Kelurahan garum

Peta Jalan IT KPU untuk Cegah Permasalahan

Jakarta, kpu.blitarkab.go.id – Pemanfaatan teknologi informasi (TI) saat ini menjadi suatu keharusan. Termasuk bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dalam kerja-kerja kepemiluan saat ini banyak memanfaatan kemajuan TI untuk menunjang tahapan Pemilu dan Pemilihan 2024. 

Demikian yang disampaikan Ketua KPU RI Ilham Saputra dalam Rapat Penyusunan IT Master Plan KPU RI 2021 – 2025 secara daring, Jumat (12/11/2021).

Dalam memanfaatkan TI ini KPU menurut Ilham membuat peta jalan (road map) yang salah satu tujuannya agar IT KPU tidak memiliki permasalahan. Dan upaya mengamankan IT pun dilakukan dengan membentuk gugus tugas pengamanan siber yang didalamnya terdapat pemangku kepentingan seperti BSSN, BRIN, Kepolisian RI, dan lain-lainnya. “Mengamankan IT KPU dalam rangka pemilu lebih baik dan ideal, karena kita tidak bisa kita manual semua kayaknya tidak mungkin, kita harus menjelaskan bagaimana memanfaatkan IT kepada para pihak,” ungkap Ilham.

Wakil Rektor ITB Bidang Sumber Daya Gusti Ayu Putri Saptawati menyampaikan usulan agar peta jalan IT KPU juga terintegrasi basis data di KPU, integrasi fungsi-fungsi di KPU. Selain itu, juga ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) terkait IT dan open data.

Sementara itu peneliti ITB ini Adi Mulyanto menyampaikan bahwa beberapa referensi yang digunakan dalam membuat peta jalan antara lain menyangkut Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional.  Referensi itu digunakan dasar bagi ITB untuk mengkaji berbagai arsitektur IT meliputi arsitektur data dan informasi, aplikasi, infrastruktur, dan keamanan. Perkembangan dalam penyusunan peta jalan pun dalam proses referensi, yang kemudian akan masuk ke bagian arsitektur IT.

Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyambut baik usulan tim ITB terkhusus mengenai integrasi sistem informasi yang dimiliki. Menurut Evi itu penting karena sistem informasi yang dimiliki KPU saling berhubungan sehingga jika diintegrasikan akan bagus. 

“Silon bisa berintegrasi dengan Sidalih karena Silon berkaitan dengan calon perseorangan kita melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual untuk mencocokkan data pendukung dan juga calon perseorangan, dan pencalonan DPD juga begitu, dan kemudian verifikasi partai politik, mungkin bisa sidalih link dengan sistem informasi lain,” ujar Evi menjabarkan manfaat dari terintegrasinya sistem informasi yang dimiliki KPU. Selain itu, integrasi Sirekap juga dengan Silon juga penting, karena untuk pembuatan nama caleg juga tercantum dalam formular akan difoto atau di capture oleh Sirekap.

Sementara itu, Yudistira Asnar juga memberi masukan terkait keamanan IT dengan pemanfaatan cloud dan SDM IT. Menurutnya, SDM IT ini tak hanya sampai di level KPU RI saja melainkan level KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota hingga badan adhoc sehingga pemanfaatan ITnya dapat berjalan baik. 

Hal senada disampaikan oleh Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Dewa sepakat mengenai SDM dan menyampaikan bahwa pengembangan master plan IT ini penting bagi KPU dalam memperkuat SDM dan juga bagi KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota sehingga nantinya jika ada permasalahan yang tingkat tinggi saja yang dikonsultasikan. 

“Dilakukan lebih awal sehingga pada saat implementasi sistem akan lebih cepat, ada percepatan dan harapan saya kompleksitas akan lebih tinggi, hal urgent saja dikonsultasikan ke hierarki lebih tinggi, ” kata Dewa.

Turut hadir dalam rapat, Anggota KPU RI Viryan, Kepala Pusat Data&Informasi (Pusdatin) Sumariyandono beserta jajaran sekretariat KPU RI, Inspektur Wilayah II KPU RI Adiwijaya Bakti. (humas kpu ri tenri/foto: dessy/ed diR)

Follow by Email
YouTube
Instagram