December 7, 2022

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Hadirkan Literasi Tangkal Hoaks

Jakarta, kpu.blitarkab.go.id – Potensi hadirnya misinformasi dan disinformasi kepemiluan di tengah masyarakat pada penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 tetap terbuka. Meski saat ini belum ada karena tahapan belum dimulai, namun situasi bisa berbeda ketika tahapan telah dijalankan.

Hal tersebut yang menjadi salah satu bahasan pada diskusi publik bertema “Kolaborasi Menangkal Hoaks Menjelang Pemilu 2024” yang turut dihadiri Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Kamis (17/2/2022).

Pada kegiatan yang diinisiasi CekFakta.com, Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Media Siber Indonesia serta Google Initiative, itu Dewa menyadari akan potensi maraknya kembali hoaks jelang tahapan pemilu maupun pemilihan. Oleh karenanya KPU menyiapkan langkah sejak awal untuk menangkalnya, mulai dari pembuatan layanan cek fakta di website KPU RI, sosialisasi dan pendidikan pemilih, hingga membuat program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.

Dewa meyakini dengan antisipasi sejak awal dapat meningkatkan literasi masyarakat dan menjadi perbandingan bagi publik apabila terpapar hoaks. Upaya lain dari KPU apabila mendapati adanya misinformasi dan disinformasi adalah dengan melakukan klarifikasi sumber informasi serta membuat rilis untuk memberikan penjelasan. “Pada prinsipnya kami menyiapkan regulasinya, juga mengembangkan informasi melalui laman KPU. Mendorong pelayanan informasi publik juga mendorong sosialisasi melalui pendidikan pemilih hingga ke desa,” ucap Dewa.

Narasumber lain Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menekankan konsen lembaganya juga terhadap pengawasan media sosial pada tahapan pemilu dan pemilihan. Menurut dia Bawaslu berkepentingan untuk melaksanakan tugas ini mengingat media sosial kerap dijadikan sarana menyampaikan informasi yang keliru, baik disinformasi maupun misinformasi.

Narasumber selanjutnya Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati sepakat perlunya antisipasi sejak awal dari semua pihak untuk mengantisipasi munculnya disinformasi maupun misinformasi. Terlebih dia mengingatkan masa kampanye yang akan berlangsung lebih panjang, dapat berisiko pada hadirnya misinformasi dan disinformasi tersebut.

Secara berturut-turut Anggota Dewan Pers M Agung Dharmajaya, berharap kerja sama yang telah terjalin antara para pihak terkait dapat berlanjut pada Pemilu dan Pemilihan 2024. Sekjen AMSI yang juga Pemred Tempo Wahyu Dhyatmika, menekankan perlunya pemberian pemahaman kepada pemilih akan informasi yang kredibel. Sedangkan dari CekFakta.com yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com Elin Yunita Kristanti menerangkan kegiatan ini adalah tindaklanjut dari komitmen CekFakta.com agar pemilu dan pemilihan nanti berjalan tanpa hadirnya berita bohong (hoaks). Kegiatan dimoderatori Ratna Ariyanti dari AJI. (humas kpu ri dianR/foto: dok/ed diR)

Follow by Email
YouTube
Instagram