December 7, 2022

Lewat Film, Sampaikan Literasi Kepemiluan Kepada Masyarakat

Jakarta, kpu.blitarkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berencana kembali membuat film kepemiluan menyambut Pemilu dan Pemilihan 2024. Sebelumnya pada Pemilu 2019, KPU RI telah membuat film kepemiluan, “Suara April” yang cukup sukses diterima dan membawa pesan kepemiluan kepada masyarakat. 

Merealisasikan rencana tersebut, pada Kamis (10/3/2022), dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Film Pemilu 2024 Dalam Rangka Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 “Konsep Skenario Film Pemilu 2024, Studi Banding Film Suara April Pemilu 2019”, dengan mengundang sejumlah pakar perfilman Tanah Air.

Beberapa nama yang diundang sebagai narasumber antara lain, Penulis Skenario Senior Alim Sudio, Sutradara Chairun Nissa serta Penanggung Jawab Film Antikorupsi Epi Handayani. 

Sebelumnya kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima yang FGD mengatakan strategis ya media film untuk menyampaikan sosialisasi serta edukasi kepemiluan kepada publik. Selain itu dia berharap melalui media audio visual ini dapat juga menjadi literasi masyarakat untuk kemudian ikut aktif dalam setiap tahapan kepemiluan. 

“Media film ini masih disambut baik oleh masyarakat. Itu (film) salah satu hiburan, kegiatan yang sifatnya entertain, masih dicari dilihat,” kata Wima.

Sementara pada sesi sebelumnya, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan mengatakan KPU dituntut untuk melakukan inovasi maupun strategi sosialisasi yang lebih variatif dan out of the box, salah satunya melalui pembuatan film pemilu.

Tujuannya untuk menyosialisasikan pemilu kepada masyarakat melalui sarana yang informatif dan edukatif, mengubah pola pikir masyarakat bahwa pemilu adalah suatu proses menghibur dan menyenangkan serta menjaring masyarakat penikmat film di Indonesia sehingga merasa menjadi bagian penting proses pemilu. “Dan keempat menghilangkan sekat di masyarakat,” ujar Cahyo.

Sementara itu pada sesi FGD para narasumber menjelaskan banyak hal, mulai dari proses pembuatan film anti korupsi yang disampaikan Epi Handayani, atau ilmu perfilman yang disampaikan Alim Sudio. Adapun Sutradara Chairun Nissa menilai film yang baik adalah yang bisa mewakili masyarakat. Dia juga mengapresiasi keinginan KPU untuk membuat kembali film kepemiluan sebagai sarana mencerdaskan masyarakat.

Turut hadir mengikuti jalannya FGD, Inspektur Utama KPU RI, Nanang Priyatna, Inspektur Wilayah 3 Nur Wakid Aliyusron serta sejumlah pejabat di lingkungan KPU RI. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

Follow by Email
YouTube
Instagram